Soal no:1(1). Tatkala Raden Ajeng Kartini meninggal pada bulan September 1904, gema cita-citanya telah tersebar ke mana-mana, Gema perjuangan kartini itu sampai juga ke telinga Dewi Sartika. Dewi Sartika sudah berumur duapuluh tahun, ketika kartini meninggal dalam usia duapuluh lima tahun. Dewi Sartika dilahirkan pada 4 Desember 1884, ayah Sartika Raden Somanagara adalah seorang yang mempunyai harga diri yang tinggi. Tidak heran kalau ia sering bentrokan dengan pejabat-pejabat Belanda, yang bertindak sewenang-wenang kepada rakyat. Sifat melawan terhadap kaum penjajah itu tak menjadi hilang, tatkala Raden Somanagara diangkat menjadi patih di Bandung. Raden Somanagara tidak lama menduduki jabatannya sebagai patih. Ia terus bentrokan dengan belanda. jabatanya yang tinggi tidak membuat Somanagara menjadi lemah terhadap Belanda. Sampai akhirnya suatu ketika pemerintah kolonial Belanda menyimpulkan, bahwa Raden Somanagara sangat berbahaya. Raden Somanagara harus disingkirkan dari rakyatnya. Ia harus dibuang. Demikianlah Raden Somanagara beserta istrinya, Raden Ayu Rajapermas, dibuang ke Ternate. Dewi Sartika yang pada waktu itu masih anak-anak terpaksa ikut menanggung kesulitan. Namun demikian, secara samar-samar Dewi mengerti untuk apa ayahnya berjuang. Dewi Sartika mengagumi ayahnya, dan memandang sebagai pahlawan kebangsaan. karena itu teguh hati melepas kedua orang tuanya ke pembuangan. ke Ternate yang jauh. Jauh di seberang lautan, yang ia sendiri tidak tahu letaknya entah dimana.
Dikutip dari: "Buku Pejuang Bangsa", Karangan: Dj. Hasibuan
Kalimat yang sesuai menurut bacaan di atas adalah di atas adalah.....
| | A. | Ketika R.A. Kartini lahir, Dewi Sartika berusia lima tahun. | | C. | Ketika Dewi Sartika lahir, R.A Kartini berusia lima tahun. | | B. | Ketika R.A. Kartini meninggal, Dewi Sartika lahir
| | D. | Ketika Dewi Sartika lahir, R.A Kartini berusia dua puluh tahun. |
| Soal no:2(2). Tatkala Raden Ajeng Kartini meninggal pada bulan September 1904, gema cita-citanya telah tersebar ke mana-mana, Gema perjuangan kartini itu sampai juga ke telinga Dewi Sartika. Dewi Sartika sudah berumur duapuluh tahun, ketika kartini meninggal dalam usia duapuluh lima tahun.
Dewi Sartika dilahirkan pada 4 Desember 1884, ayah Sartika Raden Somanagara adalah seorang yang mempunyai harga diri yang tinggi. Tidak heran kalau ia sering bentrokan dengan pejabat-pejabat Belanda, yang bertindak sewenang-wenang kepada rakyat. Sifat melawan terhadap kaum penjajah itu tak menjadi hilang, tatkala Raden Somanagara diangkat menjadi patih di Bandung.
Raden Somanagara tidak lama menduduki jabatannya sebagai patih. Ia terus bentrokan dengan belanda. jabatanya yang tinggi tidak membuat Somanagara menjadi lemah terhadap Belanda. Sampai akhirnya suatu ketika pemerintah kolonial Belanda menyimpulkan, bahwa Raden Somanagara sangat berbahaya. Raden Somanagara harus disingkirkan dari rakyatnya. Ia harus dibuang. Demikianlah Raden Somanagara beserta istrinya, Raden Ayu Rajapermas, dibuang ke Ternate.
Dewi Sartika yang pada waktu itu masih anak-anak terpaksa ikut menanggung kesulitan. Namun demikian, secara samar-samar Dewi mengerti untuk apa ayahnya berjuang.Dewi Sartika mengagumi ayahnya, dan memandang sebagai pahlawan kebangsaan. karena itu teguh hati melepas kedua orang tuanya ke pembuangan. ke Ternate yang jauh. Jauh di seberang lautan, yang ia sendiri tidak tahu letaknya entah dimana.
Dikutip dari: "Buku Pejuang Bangsa", Karangan: Dj. Hasibuan Ayah Dewi Sartika mempunyai sifat-sifat di bawah ini, kecuali.... | | A. | Mempunyai harga diri tinggi | | C. | Sering bentrok dengan penjajah. | | B. | Menjadi lemah setelah diberi jabatan | | D. | Tidak takut dipecat dari jabatannya. |
| Soal no:3(3). Tatkala Raden Ajeng Kartini meninggal pada bulan September 1904, gema cita-citanya telah tersebar ke mana-mana, Gema perjuangan kartini itu sampai juga ke telinga Dewi Sartika. Dewi Sartika sudah berumur duapuluh tahun, ketika kartini meninggal dalam usia duapuluh lima tahun. Dewi Sartika dilahirkan pada 4 Desember 1884, ayah Sartika Raden Somanagara adalah seorang yang mempunyai harga diri yang tinggi. Tidak heran kalau ia sering bentrokan dengan pejabat-pejabat Belanda, yang bertindak sewenang-wenang kepada rakyat. Sifat melawan terhadap kaum penjajah itu tak menjadi hilang, tatkala Raden Somanagara diangkat menjadi patih di Bandung.
Raden Somanagara tidak lama menduduki jabatannya sebagai patih. Ia terus bentrokan dengan belanda. Jabatanya yang tinggi tidak membuat Somanagara menjadi lemah terhadap Belanda. Sampai akhirnya suatu ketika pemerintah kolonial Belanda menyimpulkan, bahwa Raden Somanagara sangat berbahaya. Raden Somanagara harus disingkirkan dari rakyatnya. Ia harus dibuang. Demikianlah Raden Somanagara beserta istrinya, Raden Ayu Rajapermas, dibuang ke Ternate.
Dewi Sartika yang pada waktu itu masih anak-anak terpaksa ikut menanggung kesulitan. Namun demikian, secara samar-samar Dewi mengerti untuk apa ayahnya berjuang. Dewi Sartika mengagumi ayahnya, dan memandang sebagai pahlawan kebangsaan. karena itu teguh hati melepas kedua orang tuanya ke pembuangan. ke Ternate yang jauh. Jauh di seberang lautan, yang ia sendiri tidak tahu letaknya entah dimana.
Dikutip dari: "Buku Pejuang Bangsa", Karangan: Dj. Hasibuan
Pemerintah Belanda menyimpulkan bahwa... | | A. | Dewi Sartika harus dijauhkan dari ayahnya | | C. | Raden Ayu Rajapermas harus dijauhkan dari suaminya | | B. | Raden Somanagara harus dijauhkan dari istrinya | | D. | Raden Somanagara harus dijauhkan dari rakyatnya. |
| Soal no:4(4). Tatkala Raden Ajeng Kartini meninggal pada bulan September 1904, gema cita-citanya telah tersebar ke mana-mana, Gema perjuangan kartini itu sampai juga ke telinga Dewi Sartika. Dewi Sartika sudah berumur duapuluh tahun, ketika kartini meninggal dalam usia duapuluh lima tahun.
Dewi Sartika dilahirkan pada 4 Desember 1884, ayah Sartika Raden Somanagara adalah seorang yang mempunyai harga diri yang tinggi. Tidak heran kalau ia sering bentrokan dengan pejabat-pejabat Belanda, yang bertindak sewenang-wenang kepada rakyat. Sifat melawan terhadap kaum penjajah itu tak menjadi hilang, tatkala Raden Somanagara diangkat menjadi patih di Bandung.
Raden Somanagara tidak lama menduduki jabatannya sebagai patih. Ia terus bentrokan dengan belanda. jabatanya yang tinggi tidak membuat Somanagara menjadi lemah terhadap Belanda. Sampai akhirnya suatu ketika pemerintah kolonial Belanda menyimpulkan, bahwa Raden Somanagara sangat berbahaya. Raden Somanagara harus disingkirkan dari rakyatnya. Ia harus dibuang. Demikianlah Raden Somanagara beserta istrinya, Raden Ayu Rajapermas, dibuang ke Ternate.
Dewi Sartika yang pada waktu itu masih anak-anak terpaksa ikut menanggung kesulitan. Namun demikian, secara samar-samar Dewi mengerti untuk apa ayahnya berjuang.Dewi Sartika mengagumi ayahnya, dan memandang sebagai pahlawan kebangsaan. karena itu teguh hati melepas kedua orang tuanya ke pembuangan. ke Ternate yang jauh. Jauh di seberang lautan, yang ia sendiri tidak tahu letaknya entah dimana.
Dikutip dari: "Buku Pejuang Bangsa", Karangan: Dj. Hasibuan
Judul yang sesuai untuk bacaan di atas adalah.... | | A. | R.A Kartini meninggal dunia | | C. | Dewi Sartika Penerus Kartini di Jawa Barat | | B. | Dewi Sartika lahir di Jawa Barat | | D. | Dewi Sartika puteri Raden Somanagara |
Soal no:5(5). Karena beliau dianggap berbahaya oleh penjajah. Kalimat tanya untuk jawaban di atas adalah.... | | A. | Mengapa Raden Somanagara dibuang? | | C. | Ke mana Raden Somanagara di buang? | | B. | Kapan Raden Somanagara dianggap berbahaya? | | D. | Siapa yang dibuang oleh penjajah. |
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|