Adaptasi pada Hewan

Penulis: Sana Anisah Sarah

Bandung, 30 Nov -0001

Adaptasi pada Hewan:

1. Adaptasi Morfologi

Macam-macam adaptasi morfologi pada hewan:

a. Adaptasi morfologi pada bentuk paruh dan kaki pada burung

Bentuk paruh dan kaki pada burung beraneka- ragam disesuaikan dengan jenis makanan dan cara emperoleh makanan tersebut.

Burung pemakan biji mempunyai bentuk paruh berbeda dengan burungpemakan daging atau burung pemakan serangga demikian pula kakiburung elang berbeda dengan kaki bebek karena cara memperolehmakanannya juga berbeda.

1) Paruh burung elang, bentuknya runcing, agak panjang dengan ujungagak membengkok sesuai dengan jenis makanannya yang berupa daging.Kaki pada burung elang, ukurannya pendek, cakar sangat kuat untukmencengkeram mangsa atau daging.

2) Paruh bebek, pada pangkalnya terdapat bentuk seperti sisir, bergunauntuk menyaring makanan dari air dan lumpur dan kaki pada bebekberselaput di antara ruas jarinya untuk berenang dan berjalan di tanahberlumpur.

3) Paruh burung pipit, bentuknya pendek tebal dan runcing sesuaidengan jenis makanannya yaitu untuk memecah biji-bijian dan tiga kakike depan satu ke belakang untuk berjalan dan hinggap.

4) Paruh burung pelatuk, runcing agak panjang untuk memahat kayupohon untuk menangkap dan memakan serangga di dalamnya. Kakiburung pelatuk mempunyai dua jari ke depan dan dua jari ke belakanguntuk memanjat.

b. Adaptasi morfologi pada mulut seranggaBentuk mulut serangga bermacam-macam disesuaikan dengan caramengambil makanannya.

1) Tipe mulut penggigit, mempunyai rahang atas dan rahang bawah yangkuat untuk menggigit, misalnya: lipas, jengkerik, dan belalang.

2) Tipe mulut penghisap dan penjilat,memiliki bibir untuk menjilat,misalnya: lebah madu dan lalat.

3) Tipe mulut penusuk dan penghisap, mempunyai rahang yang runcingdan panjang untuk menusuk dan menghisap, misalnya: nyamuk.

4) Tipe mulut penghisap, mempunyai alat penghisap seperti belalai yangpanjang dan dapat digulung sehingga dapat menghisap madu yangterdapat jauh di dasar bunga, misalnya kupu-kupu.

2. Adaptasi Fisiologi Adalah cara penyesuaian diri fungsi alat-alat tubuh atau kerja alat-alattubuh terhadap lingkungannya. Adaptasi ini tidak mudah diamati sepertipada adaptasi morfologi, karena menyangkut fungsi alat- alat tubuh danproses kimia yang terjadi di dalam tubuh.

Macam-macam adaptasi fisiologi:

a. Hewan ruminantia, misalnya sapi, kambing, kerbau. Makanan hewantersebut adalah rumput- rumputan, di dalam saluran pencernaannyaterdapat enzim selulase, enzim ini berfungsi untuk mencerna seluloseyang menyusun dinding sel tumbuhan, dengan enzim selulase makamakanan menjadi lebih mudah dicerna.

b. Teredo navalis, adalah mollusca yang biasa hidup pada kayu galangankapal, kayu tiang-tiang pelabuhan. Mollusca ini dapat merusak kayukarena makanannya berupa kayu. Di dalam saluranpencernaan Teredo terdapat enzim selulase untuk embantumenguraikan selulose yang ada pada kayu yang menjadi makanannya.

c. Manusia yang biasa hidup di dataran rendah Daerah pantai dandataran rendah mempunyai kadar oksigen lebih tinggi dari pada datarantinggi. Bila manusia harus berpindah ke dataran tinggi yang mempunyaikadar oksigen rendah. Bagaimana cara beradaptasi agar tetap bertahan?Oksigen diperlukan tubuh untuk oksidasi makanan, di dalam tubuh oksigen diikat oleh hemoglobin yang ada di dalam sel darah merah(eritrosit), maka orang yang berpindah dari dataran rendah ke datarantinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan memproduksi hemoglobin atau eritrosit yang jumlahnya lebih banyak agar tetap dapatbertahan hidup.

d. Ikan yang hidup di air laut, yang mempunyai tekanan osmosis lebihrendah dari tekanan osmosis air laut. Agar ikan tidak mati kekeringankarena air di dalam sel tubuh ikan akan tertarik oleh air laut maka ikanyang hidup di air laut banyak minum dan sedikit mengeluarkan urine, danurine yang dikeluarkan pun pekat. Sedangkan kelebihan garam yangturut terminum akan dikeluarkan lagi ke dalam air laut melalui insangsecara aktif.

e. Ikan yang hidup di air tawar, mempunyai tekanan osmosis lebih tinggidari tekanan osmosis air tawa r, keadaan demikian menyebabkan airakan masuk secara osmosis ke dalam tubuh ikan. Supaya ikan tidakkelebihan air atau kembung maka cara adaptasi dengan sedikit minum airdan banyak mengeluarkan urine dan menggunakan insangnya secaraaktif untuk mengikat garam yang terlarut dalam air.

3. Adaptasi Tingkah Laku Adalah cara penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannyadalam bentuk tingkah laku.Macam-macam adaptasi tingkah laku pada hewan:

a. Cicak melakukan ototomi yaitu memutuskan ekornya untukmengelabuhi musuhnya.

b. Mamalia yang hidup di air laut, misalnya lumba- lumba dan paus seringmuncul ke permukaan air untuk mengambil oksigen di udara, karena alatpernapasannya berupa paru-paru yang tidak dapat mengikat oksigenyang terlarut dalam air.

c. Pada musim dingin banyak hewan berdarah panas membutuhkanenergi tambahan untuk menjaga suhu tubuhnya, tetapi makanan sangatlangka untuk dapat bertahan hidup maka beberapa hewan misalnya tikus,landak, beruang hitam dan lain-lain melakukan hibernasi , yaitu tidurpanjang pada musim dingin. Demikian pula untuk hewan yang hidup didaerah gurun yang sangat panas pada musim kemarau mempunyaiperilaku tertentu yaitu melakukan estivasi yaitu tidur panjang pada musimkemarau supaya dapat bertahan hidup di daerah gurun. Misalnya: kadal,katak, keong, dan lain-lain.

d. Rayap merupakan hewan yang menghancurkan kayu. Bagaimana caranya rayap menghancurkan kayu? Di dalam usus rayap terdapathewan Protozoa, yaitu Flagellata yang menghasilkan enzim selulase yangdapat membantu rayap mencerna kayu. Secara periodik kulit rayap akanmengelupas, pada saat mengelupas, usus bagian belakang yang adaFlagellatanya ikut terkelupas. Untuk mendapatkan Flagellatanya kembalimaka rayap memakan kembali kulitnya yang mengelupas.